LAPORAN HASIL OBSERVASI
BAZNAS KOTA PEKALONGAN
Disusun Guna Memenuhi
Tugas Ujian Tengah Semester Manajemen Pemasaran
Dosen Pengampu: Muhamad
Masrur, S.H.I, M.E.I
Oleh :
1.
Ainun Najib (2013115271)
2.
Agus Tri Mulyono (2013115380)
3.
Rinelda Titan Adisti (2013116173)
4.
Lina Fuadiyah (2013116187)
Kelas C
EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN
TAHUN 2017/2018
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
kami
panjatkan kepada Allah SWT yang telah
melimpahkan
rahmat
dan karunia-Nya
sehingga kami
dapat menyelesaikan tugas
laporan hasil observasi yang bertempat di “BAZNAS Kota Pekalongan” ini dengan
baik.
Adapun laporan hasil observasi ini disusun guna memenuhi tugas ujian tengah
semester Manajemen Pemasaran.
Kami
ucapkan terima kasih kepada semua
pihak
yang telah membantu dalam
pembuatan
laporan hasil observasi ini,
terutama kepada pengelola BAZNAS kota Pekalongan dan Dosen Pengampu mata kuliah
Manajemen Pemasaran karena telah memberikan kami tugas sehingga menambah
pengetahuan dan pengalaman kami serta membentuk kebersamaan dan sinergi dalam
kelompok kami ini.
Kami selaku penyusun sadar akan
ketidaksempurnaan dan kekurangan dalam laporan ini baik dalam hal sistem
penyusunan maupun hasil onservasinya. Oleh sebab itu kami sangat berharap atas
kritik dan saran yang membangun guna mengembangkan pengetahuan kita bersama dan
penunjang lebih baik lagi untuk laporan observasi selanjutnya.
Pekalongan,
2 November 2017
Penulis
DAFTAR ISI
JUDUL
.................................................................................................................. i
KATA
PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR
ISI ....................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN ................................................................................... 1
A.
Latar
Belakang .......................................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah ..................................................................................... 2
C.
Tujuan
Penulisan ....................................................................................... 3
D.
Metode
Penelitian ..................................................................................... 3
BAB
II BAZNAS KOTA PEKALONGAN ....................................................... 5
A.
Sejarah
Berdirinya BAZNAS Kota Pekalongan ....................................... 5
B.
Visi
Dan Misi BAZNAS Kota Pekalongan .............................................. 7
C.
Struktur
Kepengurusan ............................................................................. 7
D.
Program
Kerja ........................................................................................... 9
1.
Sekretaris
Pelaksana ............................................................................. 9
2.
Bidang
Pengumpulan ........................................................................... 9
3.
Bidang
Pendayagunaan dan Pentasarufan Dana ZIS ........................ 11
4.
Bagian
Perencanaan Keuangan dan Pengelolaan Pelaporan .............. 17
5.
Bagian
Administrasi SDM dan UMUM ............................................ 17
6.
Satuan
Audit Internal ......................................................................... 18
E.
Kegiatan
Pentasarufan ............................................................................ 18
F.
Kondisi
Kantor BAZNAS Kota Pekalongan ......................................... 20
G.
Strategi
Pemasaran (STP) ........................................................................ 21
H.
Analisis
SWOT pada BAZNAS Kota Pekalongan ................................. 22
BAB
III PENUTUP ........................................................................................... 24
A.
Kesimpulan
............................................................................................. 24
B.
Saran
....................................................................................................... 24
LAMPIRAN
....................................................................................................... 26
A.
Pengalaman
Observasi ............................................................................ 26
B.
Transkrip
Wawancara .............................................................................. 27
C.
Dokumentasi
........................................................................................... 28
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Menurut Ketua Badan Amil Zakat
Nasional (Baznas) Bambang Sudibyo menyebutkan bahwa potensi zakat di Indonesia
ialah sebesar 286 triliun rupiah. Namun, pada 2015 yang lalu, penerimaan zakat
baru terealisasi sebesar 3,7 triliun.
Masih kecilnya penyerapan dan
pengelolaan zakat karena beberapa faktor, diantaranya belum tumbuhnya kesadaran
akan penting dan manfaat zakat, serta kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap
lembaga zakat. Lembaga dan Badan Amil Zakat sangat diharapkan dalam hal
pemungutan dan pengelolaan dana zakat ini. Di Indonesia, pembayaran zakat
muslim aghniya atau para muzakki dilakukan dengan dua pola. Pola pelaksanaan
zakat tersebut adalah (1) pelaksanaan zakat secara individu oleh seorang
muzakki secara langsung kepada orang yang berhak menerima zakat (mustahiq). (2)
pelaksanaan zakat oleh seseorang yang mempunyai kewajiban untuk membayar zakat
yang diberikan kepada yang berhak menerima (mustahiq) melalui perantara atau
panitia atau pihak lain yang disebut Badan atau Lembaga Amil Zakat. Penyaluran
langsung dari muzakki kepada mustahiq tidak dilarang namun secara strategis kurang
memberi dampak yang signifikan bagi pengentasan kemiskinan sebab umumnya
bersifat direct giving, di mana dana yang ada langsung diberikan ke mustahiq dan
tidak melalui alokasi yang efektif, efisien, tepat sasaran dan punya
perencanaan jangka panjang. Selain itu biasanya penyaluran seperti itu hanya
ramai di saat Ramadhan. Oleh karena itu Lembaga Amil Zakat yang ada perlu terus
memasarkan dirinya agar masyarakat tertarik mendonasikan zakatnya ke
lembaga-lembaga ini.
BAZNAS Kota Pekalongan merupakan
sebuah Badan Amil Zakat yang menghimpun dana zakat, infaq, dan shadaqah yang
merupakan dana potensial untuk memperbaiki taraf hidup kaum dhuafa. Karena di Kota
Pekalongan mayoritas adalah muslim yang seharusnya dana zakat yang terkumpul
besar. BAZNAS Kota Pekalongan saat ini berhadapan dengan tantangan sekaligus
potensi yang besar dalam menghimpun zakat dari masyarakat di Kota Pekalongan.
Tantangan yang timbul dari bagaimana menyadarkan masyarakat yang heterogen
dalam kadar pemahaman agama serta kadar kepedulian untuk beraktifitas filantropi.
Potensi yang besar tergambar dari data mengenai potensi zakat di Kota
Pekalongan yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai pedagang serta dari
kenyataan bahwa pertumbuhan kelas menengah ke atas di Kota Pekalongan tergolong
cepat.
Mengingat tantangan dan potensi
zakat tersebut, saat ini zakat perlu dipandang sebagai suatu yang harus
dipasarkan, dalam arti zakat tidak lagi dipandang sebagai sumbangan sukarela
bagi yang mau menyumbang, namun bagaimana membuat masyarakat merasa ingin dan
butuh untuk berzakat. Dalam teori pemasaran seoarang akan membeli produk jika
produk itu memiliki nilai tambah bagi dirinya sendiri. Nilai tambah ini dapat
dilihat dari segi atribut produknya yang branded sehingga menawarkan gengsi,
kualitas dan kenyamanan, kelezatan, experience-nya dan sebagainya. BAZNAS
Kota Pekalongan perlu menggali value apa yang bisa ditawarkan sehingga orang
ingin atau bahkan butuh untuk berzakat. Termasuk menawarkan apa diferensiasi
yang membedakan mereka dari preferensi lain dalam berzakat seperti menyalurkan
sendiri atau ke panitia di masjid dekat rumah, bahkan berusaha untuk menawarkan
atau membuat persepsi dibenak para calon donatur bahwa zakat adalah sebuah gaya
hidup. Berkenaan dengan upaya pemaksimalan penghimpunan zakat dari pegawai
negeri dan masyarakat umum di Kota Pekalongan, peneliti tertarik untuk
mempelajari strategi pemasaran yang diterapkan oleh BAZNAS Kota Pekalongan
dalam penghimpunan zakat.
B.
Rumusan Masalah
1.
Kapan
BAZNAS Kota Pekalongan didirikan?
2.
Siapa
saja target pemasaran dari BAZNAS Kota Pekalongan?
3.
Bagaimana
strategi pemasaran yang dilakukan BAZNAS Kota Pekalongan?
4.
Bagaimana
Analisis SWOT pada BAZNAS Kota Pekalongan?
5.
Bagaimana
Positioning BAZNAS Kota Pekalongan dalam Masyarakat Kota Pekalongan?
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini guna memenuhi
tugas Ujian Tengah Semester. Selain itu tujuan lain penulisan ini adalah :
1.
Untuk
mengetahui pengelolaan ZIS yang dilakukan oleh BAZNAS Kota Pekalongan.
2.
Untuk
mengetahui strategi pemasaran ZIS yang diterapkan oleh BAZNAS Kota Pekalongan
di kalangan PNS dan masyarakat umum.
3.
Untuk
mengetahui faktor apakah yang mempengaruhi dalam strategi pemasaran di kalangan
PNS dan masyarakat umum.
D.
Metode Penelitian
1.
Jenis
penelitian
Penelitian
ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif. Karena
itu dalam penelitian ini setiap gejala yang terkait dengan pemasaran BAZNAS
akan dikaji secara menyeluruh dan mandalam serta diupayakan memberikan makna
yang mendalam tentang fenomena yang ditemukan. Dengan demikian antara gejala
yang satu dengan gejala yang lainnya akan saling terkait.
2.
Sumber
Data
Sumber
data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
a.
Data
primer diperoleh dari Sekretaris dan Pengelola BAZNAS Kota Pekalongan.
b.
Data
sekunder diperoleh dari perpustakaan, buku-buku mengenai pemasaran, manajemen
ZIS, dan dokumen-dokumen ataupun catatan yang berkaitan dengan strategi
pemasaran BAZNAS.
3.
Teknik
Pengumpulan Data
a.
Wawancara
Wawancara
dilakukan kepada beberapa orang informan. Mereka itu meliputi Sekretaris dan Pengelola
BAZNAS Kota Pekalongan.
b.
Telaah
Dokumen
Telaah dokumen
dilakukan untuk memperoleh data tentang berbagai jenis kegiatan BAZNAS Kota
Pekalongan, pengelolaan zakat ataupun pemasaran zakat yang terdokumentasi dalam
berbagai catatan kegiatan BAZNAS Kota Pekalongan.
c.
Observasi
Pengamatan
dilakukan untuk memperolah data tentang aktifivitas BAZNA dalam pemasaran zakat
dengan mengamati secara langsung kinerja para pengurus BAZNAS Kota Pekalongan.
Pengamatan dilakuan di kantor BAZNAS Kota Pekalongan.
BAB
II
BAZNAS
KOTA PEKALONGAN
A.
Sejarah Berdirinya BAZNAS Kota Pekalongan
Sebelum terbentuknya BAZNAS Kota
Pekalongan, BAZDA Kota Pekalongan lebih dahulu lahir sebagai implementasi UU RI
No. 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat Bab III tentang Organisasi
Pengelolaan Zakat khususnya pasal 6. Dahulu pertama kali berdiri pada tahun
1993, BAZNAS Kota Pekalongan bernama BAZIS Kota Pekalongan karena memang
menghimpun dan mengelola zakat, infak dan sedekah.
Di samping amanah UU, beberapa hal
yang melatarbelakangi terbentuknya BAZNAS Kota Pekalongan ini adalah:
Ø Mayoritas penduduk kota Pekalongan beragama Islam.
Ø Komitmen eksekutif dan legislatif serta tokoh masyarakat atau kyai
dan alim ulama untuk membuat wadah pengelolaan zakat yang amanah dan
profesional.
Ø Peran serta dunia usaha dan industri (BUMN, BUMD dan swasta) dengan
memberikan dana sosial perusahaan untuk kesejahteraan masyarakat.
Lahirnya Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat semakin mengukuhkan peran BAZNAS sebagai
lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat secara nasional. Kantor
Kementerian Agama Kota Pekalongan melalui Penyelenggara Syariah
menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Pembentukan Badan Amil Zakat
Nasional Kota Pekalongan di Aula Ruang Amarta Sekretariat Daerah Kota
Pekalongan, Senin 28 Maret 2015. Acara dimulai pada pukul 08.00 sd selesai
dengan peserta dari pengurus Bazda Kota Pekalongan, Kepala SKPD tingkat Kota
Pekalongan dan UPZ masing-masing instansi, Pengurus Ormas Islam, Kepala KUA dan
Camat se Kota Pekalongan, Tokoh Masyarakat dan Penyuluh Agama Islam Fungsional
Kankemenag Kota Pekalongan.
Walikota Pekalongan H. Alf Arslan
Djunaid SE yang sekaligus ketua BAZDA periode 2010 - 2015 dalam sambutannya
mengatakan bahwa kerja BAZNAS Kota Pekalongan sudah berjalan dengan baik,
tinggal perlu untuk ditingkatkan lagi.
Sementara itu Kabid PENAIS ZAWA
Kanwil Kemenag Prov Jawa Tengah Drs. H. Ahyani Msi menyampaikan bahwa
Pimpinan dan Pengurus BAZNAS Kota Pekalongan harus berkesesuaian dengan
Walikota Pekalongan dan Pengurus BAZNAS Provinsi serta Pengurus BAZNAS
Nasional.
Selanjutnya Kepala Kankemenag Kota
Pekalongan H. Imam Tobroni, S.Ag, MM pada sambutannya menyampaikan bahwa
kepengurusan BAZDA Kota Pekalongan pada umumnya sudah baik, tinggal
ditingkatkan lagi kompetensinya, baik kompetensi syari’ahnya maupun kompetensi
profesionalitasnya dalam wadah BAZNAS Kota Pekalongan sesuai dengan
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011.
Penyelenggara Syariah Kankemenag
Kota Pekalongan Drs. HM. Thohirun saat ditemui usai kegiatan mengatakan bahwa
rakor tersebut diatas merupakan bentuk sinergi Kemenag dengan BAZDA dalam
mewujudkan BAZNAS Kota Pekalongan.
BAZNAS Kota Pekalongan merupakan
salah satu organisasi pengelola zakat yang beroperasi sepanjang tahun.
Organisasi ini merupakan organisasi yang bekerjasama dengan lembaga
pemerintahan maupun perorangan. Sebagai organisasi yang bekerjasama dengan
instansi pemerintah, biasanya zakat pegawai langsung dipotong setiap bulannya.
Tapi untuk yang perorangan, organisasi ini membutuhkan sosialisasi yang sangat
maksimal karena tidak semua orang mengetahui adanya organisasi pengelola zakat
khususnya BAZ. Dan juga kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai proses untuk
menjadi seorang muzaki pada organisasi ini, penyaluran dana yang telah
dikumpulkan dan juga program-program yang ada pada BAZNAS membuat masyarakat
lebih senang jika mereka membagikan sendiri zakat yang akan mereka keluarkan.
Kendala lain yang dihadapi oleh
BAZNAS Kota Pekalongan adalah kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh seluruh
pegawai maupun orang yang terlibat langsung dalam proses pengumpulan zakat
tersebut dan adanya info-info yang diterima oleh masyarakat bahwa pernah
terjadi penyelewengan dana yang terjadi di BAZNAS, sehinggga membuat masyarakat
enggan menyalurkan zakatnya ke BAZNAS kendatipun info tersebut belum terbukti
kebenarannya. Selain itu juga terjadi kontra termasuk para kyai mengenai
pemotongan gaji per bulan bagi pegawai.
Dalam mengatasi semua perilaku
masyarakat di atas, BAZNAS telah melakukan berbagai sosialisasi seperti
mendatangi para calon muzaki, sosialisasi di masjid-masjid, mengirimkan surat
kepada orang-orang kaya untuk berzakat, membuat dan membagikan leaflet serta
memasang berbagai macam bentuk spanduk. Namun pada kenyataannya ternyata masih
terlalu banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang adanya berbagai program
yang dimiliki oleh BAZNAS kota Pekalongan.
1.
Visi:
Menjadi badan
pengelola zakat, infaq dan shodaqoh yang amanah dan profesioana.
2.
Misi:
·
Mewujudkan
optimalisasi pengeloalan zakat, infaq dan shodaqoh
·
Meningkatkan
kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS kota pekalogan.
·
Mendorong
masyarakat sadar zakat, infaq dan shodaqoh
·
Mengusahakan
masyarakat yang sejahtera dan mandiri.
C.
Struktur Kepengurusan
Berdasarkan pada :
·
Undang-undang
nomor : 23 tahun 2011 pasal 7 dan pasal 14 tentang tugas dan fungsi.
·
Dasar
PP nomor 14 tahun 2014 pasal 41 ayat 1 tentang BAZNAS kota terdiri atas unsur
pimpinan dan pelaksana
·
Surat
keputusan walikota nomor : 451.1/392 Tahun 2016 tentang pengangkatan Pimpinan
BAZNAS Kota Pekalongan periode 2016-2021
·
Surat
keputusan Ketua Pimpinan BAZNAS Kota Pekalongan Nomor : 01/BAZNAS KP/XII/2016 tanggal
1 Desember 2016 tentang suunan pelaksana BAZNAS Kota Pekalonagn periode tahun
2016-2021
Susunan kenggotaan pimpinan Badan
Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pekalongan periode 2016-2021
No
|
Nama
|
Kedudukan
|
1
|
Dr. Imam Suraji
|
Ketua
|
2
|
Dr. Sri Nurdilah Kasbolah
|
Wakil Ketua
|
3
|
Hasan Su’aidi, M.Si
|
Wakil Ketua
|
Susuna pelaksana Badan Amil Zakat
Nasional (BAZNAS) Kota Pekalongan periode tahun 2016-2021
No
|
Jabatan dalam
pengurus
|
Nama
|
1
|
Sekretaris
|
H. Ahmad Slamet Irfani, SH
|
2
|
Bidang Pengumpulan
|
1. H. Sofyan Adnan, SH
2. H. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag
3. Usamah Said, M. Si
|
3
|
Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian
|
1. H. Tubagus Surur, M.Ag
2. H. Slamet Mahfud
3. Drs. Faqihudin Ufar
|
4
|
Bagian Perencanaan Keuangan dan Pengelolaan Pelaporan
|
1. DR. H Muhammad Hasan Bisri, M. Ag
2. Drs. H Khofif Yahya
|
5
|
Bagian Administrasi SDM dan Umum
|
1. Drs. H Suparto
2. Abu Hasyim, Sthl
3. Dra. HJ Aisyah Nahrowi
|
6
|
Satuan Audit Internal
|
1. Drs. KH Abdul Fatah Yasran
2. Sofbrotul Imtihanah, M. Si
|


Harrah's Atlantic City - MapyRO
BalasHapusProperty Location With a stay 안양 출장마사지 at Harrah's Atlantic City in 안성 출장안마 Atlantic City (New Jersey), you'll be within a 15-minute 광양 출장샵 drive of Atlantic City International Airport ( Room types: Non-smoking roomsSuitesSmokiProperty amenities: Free parkingWifiPoolFitness Room features: Air conditioningHousekeeping Rating: 4 · 밀양 출장샵 5,220 votes · Price 인천광역 출장마사지 range: $ (Based on Average Nightly Rates for a Standard Room from our Partners)Which popular attractions are close to Harrah's Atlantic City?What are some of the property amenities at Harrah's Atlantic City?